Rabu, 30 September 2026

Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba, 2.382 Tersangka Diamankan

 SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres jajaran mengungkap 1.870 kasus tindak pidana narkoba sepanjang periode Juli hingga September 2026.



Dari rangkaian pengungkapan selama Triwulan III tersebut, sebanyak 2.382 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Jatim dan jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkoba serta melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkotika.


“Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Polres jajaran terus berkomitmen melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba, baik melalui upaya pencegahan maupun penegakan hukum,” tegas Kombes Pol Abast dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).


Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan mengatakan, dari keseluruhan pengungkapan tersebut, Polisi menyita berbagai jenis barang bukti, di antaranya 86.544,25 gram sabu, 1.014,06 gram ganja kering, serta 148 batang tanaman ganja.


Selain itu, petugas juga menyita 27.571 butir ekstasi dan 118,28 gram serbuk ekstasi, 2.592 cartridge etomidate, 406,28 gram ketamine, serta 1.079.746 butir obat keras.


“Berdasarkan perhitungan terhadap barang bukti yang berhasil diamankan, pengungkapan tersebut diperkirakan telah mencegah sekitar 1,45 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kombes Pol Kurniawan.


Dalam penanganan perkara, Polda Jatim juga melakukan asesmen terhadap penyalahguna narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku, sementara terhadap jaringan maupun pengedar dilakukan penegakan hukum secara tegas.


Sepanjang Triwulan III 2026, Ditresnarkoba Polda Jatim juga mengungkap tujuh kasus menonjol dengan 11 tersangka.


Dari pengungkapan tujuh kasus tersebut, petugas menyita barang bukti antara lain 64 kilogram sabu, 10.694 butir ekstasi, 148 batang tanaman ganja, 2.393 cartridge etomidate, 6,16 gram ketamine, serta 3.900 butir Happy Five.


Kombes Pol Kurniawan menjelaskan, pemberantasan narkoba dilakukan secara komprehensif melalui langkah preemtif, preventif, dan represif.


“Kami terus melakukan langkah preemtif melalui sosialisasi dan edukasi, preventif melalui berbagai kegiatan pencegahan, serta represif melalui penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkoba,” kata Kombes Pol Kurniawan.


Salah satu pengungkapan menonjol melibatkan tiga tersangka berinisial FS, DA, dan JA yang diamankan di dua lokasi berbeda di Surabaya. Dari pengungkapan tersebut, Polisi menyita 44,662 kilogram sabu.


Berdasarkan hasil penyidikan sementara, FS diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengendali peredaran barang tersebut. Sementara JA dan DA diduga memiliki peran dalam menyiapkan serta mencatat transaksi ekstasi dan etomidate.


Penyidik saat ini masih melakukan pengembangan dan memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut dan telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Dalam pengungkapan lainnya, Polisi menangkap tersangka berinisial RI di Kabupaten Malang. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah greenhouse yang diduga digunakan untuk membudidayakan 148 batang tanaman ganja.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, RI menerangkan bahwa bibit ganja tersebut diperoleh dari seseorang berinisial SL yang saat ini berstatus DPO.


Kasus menonjol lainnya adalah penangkapan tersangka berinisial IA di sekitar Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Dari tersangka, Polisi mengamankan 1.932 cartridge vape berisi cairan yang mengandung etomidate sebanyak 842,5 mililiter.


Kombes Pol Kurniawan mengatakan, temuan tersebut menjadi salah satu modus yang menjadi perhatian kepolisian.


“Modus yang kami temukan adalah penggunaan cairan yang mengandung etomidate dalam liquid rokok elektrik. Temuan ini menjadi perhatian kami dan perlu diwaspadai masyarakat,” pungkas Kombes Pol Kurniawan. (khan007)

Perkuat Ketahanan Ideologi, Densus 88 Dorong Transformasi Eks JI melalui Jalan Menuju Wasathiyah

 Serang, 29 September 2026 — Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Banten kembali memperkuat upaya pencegahan ekstremisme melalui kegiatan Transformasi Ideologi bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama untuk membangun kesadaran ideologi yang sehat, moderat, serta memperkuat komitmen kebangsaan.



Kegiatan yang berlangsung di Aula Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang, Selasa (29/9/2026), diikuti oleh 61 peserta eks Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Banten. Kegiatan turut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta sejumlah tokoh eks JI dari luar Banten.


Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombespol Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang hadir. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari roadmap yang telah disepakati bersama Densus 88 AT Polri dan para eks JI pascapembubaran JI.


“Program ini merupakan rangkaian roadmap yang diharapkan dapat mendorong para peserta untuk semakin terintegrasi dan berperan positif di tengah masyarakat, serta meningkatkan komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia dengan iman, takwa, dan amanah,” ujarnya.


Mayndra menjelaskan, Densus 88 AT Polri telah melaksanakan 19 kegiatan pemberdayaan eks JI di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan program tersebut juga didukung oleh mitra daerah yang secara aktif bersinergi dalam proses pencegahan dan deradikalisasi.


Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa keberagaman budaya, suku, bahasa, dan agama merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang perlu dirawat melalui toleransi, sikap saling menghormati, serta penguatan persatuan dan kesatuan.


Menurutnya, proses transformasi diharapkan dapat memperkuat kesamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara. Kegiatan Transformasi Ideologi JI juga dipandang sebagai bagian dari gerakan moral untuk membangun kesadaran bersama dan memperkuat komitmen kebangsaan.


Dalam kesempatan yang sama, Ps. Kasubdit IV Kamneg Ditintelkam Polda Banten, Kompol Deni Ramdani, menyampaikan bahwa diskusi tersebut penting sebagai ruang bersama untuk meningkatkan pemahaman mengenai ideologi terorisme sekaligus memperkuat upaya pencegahannya di tengah masyarakat.


Ia menekankan pentingnya memahami ideologi dan pola penyebaran narasi kekerasan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali faktor-faktor yang dapat memengaruhi seseorang terpapar paham kekerasan. Penguatan nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat.


Kegiatan “Jalan Menuju Wasathiyah” turut menghadirkan sejumlah tokoh eks JI, yaitu Ustadz Para Wijayanto, Ustadz Muh. Choirul Anam, dan Ustadz Zarkasih, sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan materi mengenai Rumah Wasathiyah, pemutaran film “Refleksi 1 Tahun Pembubaran Jamaah Islamiyah”, serta sesi problem solving melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab.


Selain itu, kegiatan diisi dengan penguatan wawasan kebangsaan, motivasi dan tausiyah, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan menjadi ruang interaksi langsung antara peserta dengan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan narasumber.


Melalui kegiatan tersebut, Densus 88 AT Polri bersama para mitra di wilayah Banten terus mendorong proses transformasi yang berkelanjutan, dengan mengedepankan dialog, penguatan wawasan kebangsaan, nilai keagamaan yang moderat, serta peran aktif peserta dalam kehidupan bermasyarakat.

SMA KTB Bersiap Menerima Angkatan Ketiga, Wakapolri Kawal Pembenahan

 BOGOR – Sehari setelah membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., kembali mengecek kesiapan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) di Gunung Sindur, Bogor, Selasa (29/9/2026).



Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Wakapolri mengawal pengembangan SMA KTB agar semakin siap menerima siswa baru. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas, mutu pembelajaran, tata kelola, penguatan karakter, budaya literasi, pengembangan teknologi, hingga standar layanan pendidikan.


Wakapolri meninjau sejumlah fasilitas utama sekolah, mulai dari lapangan sepak bola dan lintasan jogging, ruang siswa, asrama, rumah tenaga pendidik, perpustakaan hingga laboratorium robotik.


Ia meminta fasilitas yang telah tersedia dimanfaatkan secara optimal dan seluruh lingkungan sekolah dipastikan siap mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, tertib, dan berkualitas.


“Yang kita siapkan bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi ekosistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan siswa menghadapi perkembangan zaman,” ujar Wakapolri.


Hasil Akreditasi Jadi Bahan Pembenahan


Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri berdiskusi dengan tim Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) mengenai proses dan hasil asesmen SMA KTB.


Tim asesor BAN-PDM memberikan apresiasi terhadap kemandirian siswa serta kemampuan akademik dan nonakademik yang telah berkembang di SMA KTB.


Proses akreditasi juga memberikan sejumlah masukan yang menjadi bahan penting bagi sekolah untuk melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan mutu pembelajaran, tata kelola, kualitas peserta didik, dan standar layanan pendidikan.


Wakapolri menegaskan bahwa hasil akreditasi harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas sekolah.


“Setiap hasil dan masukan dari proses akreditasi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik. Yang kita bangun adalah sistem pendidikan yang terus belajar dan berkembang,” kata Wakapolri.


Dengan demikian, akreditasi tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu SMA KTB secara berkelanjutan.


Perpustakaan Didorong Jadi Pusat Pembelajaran


Wakapolri memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan perpustakaan SMA KTB. Perpustakaan diarahkan menjadi pusat pembelajaran dan interaksi akademik, bukan sekadar tempat menyimpan buku.


Pengembangannya akan memadukan koleksi fisik dengan layanan digital, termasuk peluang integrasi dengan Perpustakaan Nasional serta sistem pemanfaatan ruang belajar.


Jam layanan juga didorong lebih fleksibel hingga malam hari sehingga siswa memiliki ruang yang mendukung kegiatan belajar mandiri.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyerahkan sejumlah buku kepada perwakilan siswa Angkatan Kedua sebagai bagian dari penguatan budaya literasi.


Robotik, AI, dan Teknologi Masa Depan


Di laboratorium robotik, Wakapolri melihat pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem pendidikan SMA KTB.


Ia mendorong agar pembelajaran terus berkembang pada bidang robotik, kecerdasan artifisial (AI), drone, dan teknologi masa depan.


SMA KTB juga didorong memanfaatkan sumber daya dan fasilitas teknologi yang dimiliki Polri, seperti Cyber Lab, Pusinafis, dan laboratorium forensik, sebagai bagian dari pengalaman belajar siswa.


Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia dan Divisi Hubungan Internasional juga diminta mengeksplorasi peluang pendidikan, pelatihan, short course, dan summer course di luar negeri, khususnya dalam bidang robotik, AI, drone, dan teknologi lainnya.


Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan dan pengalaman internasional siswa sekaligus memperkuat kemampuan mereka menghadapi perkembangan teknologi.


SMA KTB Dikembangkan sebagai Learning Campus


Pembenahan SMA KTB juga diarahkan untuk membangun konsep learning campus, yaitu lingkungan belajar yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik.


Sekitar 500 tenaga pendidik ditargetkan dapat memperoleh pengembangan kapasitas dalam bidang manajemen sekolah dan kurikulum internasional.


Wakapolri juga meminta para taruna Akpol diberikan kesempatan mengunjungi SMA KTB untuk melihat langsung pengelolaan fasilitas, lingkungan pendidikan, dan sistem pembelajaran.


Konsep tersebut diharapkan menciptakan pertukaran pengalaman dan praktik pendidikan antara lembaga pendidikan Polri.


Siapkan Angkatan Ketiga


Pembenahan tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan penerimaan Angkatan Ketiga SMA KTB.


SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 telah dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan kapasitas 180 siswa.


Proses penerimaan menggunakan prinsip blind admission dengan mengedepankan keterbukaan, kesetaraan, objektivitas, transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Seleksi dibuka melalui jalur reguler dan jalur undangan, termasuk bagi siswa berprestasi di bidang olahraga melalui O2SN.


Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun.


Antusiasme masyarakat terhadap SMA KTB terus meningkat. Pada Angkatan Pertama terdapat 11.765 pendaftar, kemudian meningkat menjadi 17.291 pendaftar pada Angkatan Kedua.


Sekretaris Eksekutif LPKTB Dirgayuza Setiawan mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan lebih dari 17.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.


“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujar Dirgayuza.


Menurut Dirgayuza, jajaran SMA KTB bersama Polri di daerah sebelumnya telah melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia.


Tahun ini juga disiapkan fasilitas tryout dan persiapan seleksi, khususnya di wilayah yang pada penerimaan sebelumnya masih memiliki jumlah pendaftar relatif rendah.


“Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia,” kata Dirgayuza.


Dengan pembenahan yang terus dilakukan, SMA KTB diarahkan menjadi ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, karakter, kepemimpinan, literasi, teknologi, dan wawasan global.


Kesiapan Angkatan Ketiga tidak hanya dimaknai sebagai kesiapan ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga kesiapan seluruh ekosistem pendidikan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang memiliki standar mutu, tata kelola, dan budaya akademik yang terus berkembang.

Bentuk nyata peran Polri dalam mendukung program pemerintah dalam Ketahanan Pangan

 Tulungagung - ‎Guna menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. terus menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah desa binaannya masing-masing.

‎



‎Pendampingan dan monitoring kepada petani   dilakukan bhabinkamtibmas pada hari Rabu, 30 September 2026 bertempat di lahan pertanian Dan. Tales, Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

‎

‎Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas  memberikan arahan dan motifasi serta memberikan solusi terkait adanya permasalahan yang dihadapi para petani  dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan.

‎

‎Kegiatan monitoring penanaman jagung ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎

‎Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan dan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, khususnya kelompok tani dan para petani di wilayah Desa karanganom dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat semakin terbuka dan merasakan kehadiran Polri yang selalu siap membantu dan mendukung kegiatan positif masyarakat.

‎

‎Melalui kegiatan pendampingan panen jagung tersebut, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

‎

‎@divisihumaspolri 

‎@humaspoldajatim 

‎@ssdmpolri 

‎

‎#astacita #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #polripresisi #polrestulungagung

‎

Polres Malang Gagalkan Peredaran 1,1 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Jakarta

 MALANG – Kepolisian Resor (Polres) Malang Polda Jatim berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih dari 1,1 kilogram yang dibawa dari Jakarta menuju Kabupaten Malang. 



Dalam operasi ini, Polisi mengamankan seorang pria berinisial RM (30) di wilayah Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.


Dari tangan tersangka, petugas menyita tiga paket sabu dengan berat total 1.159,49 gram, 2.122 butir ekstasi serta 168 cartridge vape yang berisi cairan narkotika jenis etomidate.


Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, mengungkapkan bahwa RM diduga kuat berperan sebagai kurir lintas provinsi. 


Tersangka bertugas menjemput barang haram tersebut langsung dari Jakarta untuk diedarkan di wilayah Malang Raya dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.


“Hasil penyelidikan dan pemeriksaan sementara menunjukkan RM berperan menjemput paket dari Jakarta. Rencananya, barang ini akan dibawa ke Malang lalu disebarkan ke sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Timur,” ujar AKBP Rulian saat konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (28/9/2026).


Saat ini, Tim Satresnarkoba Polres Malang Polda Jatim masih melakukan pengembangan kasus untuk memburu bandar utama atau pihak yang memerintahkan RM.


Berdasarkan pemeriksaan awal, RM mengaku sudah tiga hingga empat kali melakoni aksi penyelundupan serupa dengan imbalan sekitar Rp10 juta per pengiriman. Namun, polisi tidak langsung menelan mentah-mentah pengakuan tersebut.


“Tersangka mengaku sudah 3 sampai 4 kali mengirim paket. Namun, keterangan ini masih kami dalami dan sinkronkan dengan alat bukti lainnya. Pengiriman terakhir inilah yang berhasil kami gagalkan,” jelas AKBP Rulian.


Lewat pengungkapan besar ini, Polres Malang Polda Jatim mengklaim telah menyelamatkan sedikitnya 14.564 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.


AKBP Rulian juga mengimbau masyarakat untuk ikut aktif memerangi narkoba dengan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.


“Jika masyarakat menemukan indikasi peredaran narkoba atau tindak pidana lain, silakan hubungi hotline 110. Layanan ini siaga 24 jam dan akan kami respons dengan cepat,” pungkasnya.


Atas perbuatannya, RM kini mendekam di ruang tahanan Polres Malang untuk penyidikan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (khan007)

Polres Probolinggo Optimalkan Peran Bhabinkamtibmas Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

 PROBOLINGGO – Ada cara jitu yang terus dilakukan Polres Probolinggo Polda Jatim untuk menjaga wilayahnya tetap aman dan damai. Salah satunya dengan memaksimalkan peran personel Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.



Lewat agenda sambang warga, para Polisi ini nggak cuma sekadar patroli keliling kampung. Mereka aktif nongkrong bareng warga, ngobrol santai, sambil mendengarkan langsung curhatan, aspirasi, hingga keluhan soal situasi keamanan di lingkungan sekitar.


Nggak cuma jadi pendengar yang baik, kehadiran personel Bhabinkamtibmas ini juga jadi momen pas buat bagi-bagi edukasi kamtibmas. Tujuannya jelas, biar warga bisa bareng-bareng menjaga ketertiban dan tanggap mencegah potensi masalah sebelum telanjur membesar.


Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, menegaskan kalau Bhabinkamtibmas punya peran super penting sebagai jembatan komunikasi antara Polisi dan warga.


"Bhabinkamtibmas itu memang harus selalu ada dan dekat di hati masyarakat. Sering-sering ngobrol yang enak, dengerin apa yang jadi keluhan warga, dan bareng-bareng cari solusi terbaiknya," kata AKBP Asmida Rizki.


Menurut AKBP Asmida Rizki, kalau hubungan emosional antara Polisi dan warga sudah makin erat, rasa saling percaya bakal tumbuh dengan sendirinya. Imbas positifnya, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif pasti bakal lebih mudah terwujud.


"Bagaimanapun juga, Polri nggak bisa jalan sendiri. Partisipasi aktif dan kepedulian dari masyarakat itu kunci utama buat jaga keamanan di lingkungan masing-masing," tambh AKBP Asmida Rizki.


Lewat optimalisasi peran Bhabinkamtibmas ini, Polres Probolinggo Polda Jatim berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan yang nggak kaku, responsif, dan tentunya lebih humanis bagi warga. (khan007)

Kawal Aspirasi, Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Tetap Aman melalui Dialog Publik

 JAKARTA – Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-3 Tahun 2026 dengan tema “Mengawal Aspirasi, Menangkal Disinformasi: Penguatan Literasi Informasi dalam Mewujudkan Penyampaian Pendapat di Muka Umum yang Aman dan Demokratis” di Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).



Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat pemahaman personel Polri mengenai pentingnya literasi informasi, pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, serta strategi mencegah disinformasi yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.


Sambutan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga ruang informasi agar tidak dipenuhi informasi yang tidak akurat maupun kehilangan konteks.


“Tema ini menempatkan dua tanggung jawab yang harus berjalan bersama, yaitu menjamin ruang bagi aspirasi masyarakat dan menjaga agar ruang informasi tidak dikuasai oleh disinformasi yang dapat memperkeruh situasi,” ujar Trunoyudo saat membacakan sambutan Kadivhumas Polri, Selasa (29/9).


Dalam forum tersebut, Polri juga menyoroti perubahan pola pelayanan terhadap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Pendekatan yang dikedepankan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pelayanan yang humanis melalui komunikasi awal, dialog, serta langkah preemtif dan preventif untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.


Trunoyudo menjelaskan, transformasi tersebut terlihat dari perubahan pendekatan Polri dalam mengawal kegiatan penyampaian aspirasi, dari konsep mengawal dan mengamankan menuju pelayanan kepada masyarakat.


“Dari mulai adanya kegiatan dalam mengawal demokrasi atau penyampaian aspirasi dan mengumumkan pendapat menjadi melayani. Artinya pelayanan di sini kita lihat yang dikedepankan adalah bagaimana secara humanis, yaitu dengan komunikasi-komunikasi awal, dialogis, artinya komunikasi dua arah sebagai penentu. Dan tentunya ini bersifat preemtif dan preventif,” kata Trunoyudo.


Menurutnya, perkembangan teknologi informasi juga membawa tantangan baru dalam penyampaian aspirasi. Masyarakat kini tidak hanya menerima informasi dari media konvensional, tetapi juga dari media sosial dan berbagai platform digital yang memungkinkan foto, video, siaran langsung, komentar maupun narasi tersebar dengan cepat.


Karena itu, literasi informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ruang publik. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa sumber, memahami konteks, menilai kredibilitas informasi, serta memastikan kebenaran suatu informasi sebelum menyebarluaskannya.


“Prinsipnya Polri mengawal demokrasi untuk masyarakat Indonesia dan tidak ada hal-hal yang sifatnya membatasi ruang dari Komdigi dan Polri. Tetapi sifatnya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan literasi kepada masyarakat,” jelasnya.


Hal senada disampaikan Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. Mokhamad Ngajib. Ia menekankan pentingnya pendekatan komunikasi dalam menangani kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, termasuk melalui negosiasi dan mediasi.


“Secara teknis tentunya kita lebih mengedepankan kepada negosiasi atau mediasi. Sehingga kita sudah bentuk negosiator yang bersertifikasi sehingga mempunyai kemampuan untuk melakukan negosiasi,” ujar Ngajib.


Sementara itu, Dosen Komunikasi di Sekolah Vokasi Universitas Indonesia Margareta Manalu menilai hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam membangun komunikasi yang efektif.


Menurutnya, hubungan tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kolaborasi, termasuk dalam menghadapi dinamika penyampaian aspirasi maupun perkembangan informasi di ruang digital.


“Polri juga mencoba sekali melakukan hubungan, memperbaiki atau menjalin hubungan dengan masyarakat. Karena dengan adanya relationship yang baik, kita bisa berkolaborasi untuk apapun itu,” kata Margareta.


Ia menambahkan, dialog publik yang melibatkan berbagai unsur perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret, baik sebagai bahan evaluasi bagi Polri maupun sebagai pembelajaran bagi masyarakat dalam memahami dinamika komunikasi publik.


Polri juga menekankan bahwa kecepatan merespons informasi harus tetap diimbangi dengan ketepatan dan akurasi. Informasi yang belum terverifikasi dapat memengaruhi persepsi publik dan berpotensi memperkeruh situasi.


“Dalam hal ini, fungsi Humas memiliki peran strategis untuk menghadirkan informasi yang cepat, akurat, terbuka, dan terverifikasi. Komunikasi publik Polri tidak boleh hanya reaktif setelah isu membesar, tetapi harus responsif dan menjadi bagian dari deteksi dini, klarifikasi, edukasi, dan membangun kepercayaan publik,” Ujar Trunoyudo.


Dialog tersebut diikuti jajaran Polri dari tingkat Mabes, Polda hingga Polres secara langsung maupun virtual, termasuk unsur Divhumas, Korps Sabhara Baharkam Polri, Korps Brimob, serta fungsi terkait lainnya. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas ruang dialog mengenai demokrasi, literasi informasi, dan komunikasi publik.


Melalui kegiatan tersebut, Divisi Humas Polri mendorong penguatan kesamaan persepsi dan langkah lintas fungsi dalam mengawal penyampaian aspirasi, meningkatkan kemampuan deteksi dini, mencegah penyebaran disinformasi, serta membangun komunikasi publik yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Korban Curanmor, Dua Residivis Diberi Tindakan Tegas Terukur

 GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Gresik Polda Jatim.



Tim Satreskrim Polres Gresik berhasil membekuk dua bandit residivis yang kerap meresahkan warga di Kecamatan Kebomas.

Pengungkapan kilat ini bermula setelah Polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik seorang warga bernama Amilia. 


Korban kehilangan motornya saat diparkir di sebuah minimarket di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, pada Jumat (25/9/2026).


Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 10.50 WIB hingga 11.10 WIB. Menyadari motornya raib usai melakukan transaksi top-up di dalam toko, korban langsung melapor ke Polisi.


Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. Hasilnya, kurang dari dua jam setelah menerima laporan, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB, dua tersangka berhasil diringkus di sekitar Jalan Usman Sadar, Kecamatan Gresik diketahui berinisial SH dan MP warga Surabaya. 


"Keduanya merupakan residivis untuk kasus yang sama," kata AKBP Ramadhan Nasution, Selasa (29/9/2026).


Karena sempat melakukan perlawanan saat ditangkap, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada kedua pelaku.


Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan yang meliputi delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, dan tiga kunci motor palsu. 


Selain itu, Polisi menyita satu unit Honda Beat milik korban, satu unit Honda Beat Street yang digunakan pelaku sebagai sarana beraksi, dua ponsel, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV minimarket.


Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap keterangan kedua tersangka. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa komplotan ini diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi curanmor di Enam lokasi lain di wilayah Kabupaten Gresik.


Enam tempat kejadian perkara (TKP) yang kini tengah didalami dan diverifikasi oleh penyidik meliputi Minimarket Randuagung (Honda Beat hitam), Depan Kantor Kecamatan Kebomas (Honda Scoopy abu-abu), toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas (Honda Scoopy putih),Minimarket Jalan Jawa, GKB (Honda Beat merah-hitam), Toko Elektronik Pangsud (Honda Beat abu-abu) dan Toko Roti GKB (Honda Vario hitam)


Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman, verifikasi TKP, pemeriksaan saksi dan korban, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan penadah yang terlibat. 


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun atau denda kategori V.


Sebagai bentuk pelayanan prima, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung menyerahkan kembali sepeda motor curian tersebut kepada para pemiliknya di Mapolres Gresik tanpa dipungut biaya sepeser pun (gratis). 


Selain Amilia, Kapolres Gresik juga menyerahkan empat kendaraan lain kepada para korban curanmor dari TKP Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas.


Amilia selaku korban menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran kepolisian. Ungkapan senada juga disampaikan oleh para korban lainnya, yakni Asnan, Khoirul, Masyidul, dan Mohamad Shodiq. 


"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang sukses menangkap pelaku dan mengembalikan motor kami. Alhamdulillah, kendaraan ini gratis tanpa biaya dan bisa kami gunakan lagi untuk bekerja," tukas mereka kompak.


Di akhir kesempatan, AKBP Ramadhan Nasution mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. 


"Kami meminta warga memastikan kendaraannya terkunci dengan baik saat diparkir di tempat umum dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam motor. Jika mengetahui atau menjadi korban kejahatan, segera lapor ke Polres Gresik, hotline 110, atau melalui program Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 081188002006 agar bisa langsung kami tangani," pungkasnya. (khan007)

Tim Terjun Payung Polri Bawa Indonesia Raih Tiga Medali di 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026

 BOGOR - Tim Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia sekaligus menunjukkan kontribusi Persatuan Terjung Payung (PTP) Polri dalam pembinaan atlet dan membawa nama Merah Putih di tingkat Asia.



2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 berlangsung pada 17 sampai 20 September 2026 di Gedung Soemardhi Simulator Terjun Payung, Wind Tunnel Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini merupakan FAI Category 1 dan menjadi salah satu ajang tertinggi olahraga dirgantara di dunia.


Ketua Komite Terjun Payung PB FASI Irvan Zuladry dalam keterangannya, 28 September 2026, mengatakan kejuaraan FAI tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Dalam konteks nilai prestasi olahraga, Irvan mengibaratkannya dengan cabang olahraga pada Asian Games, meskipun Asian Games merupakan multi-event, sedangkan kejuaraan FAI merupakan single-event.


Indonesia sebelumnya menjadi tuan rumah kejuaraan FAI pada 1991 dan 1996, sebelum kembali dipercaya menyelenggarakan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Penyelenggaraan ini didukung Wind Tunnel Korbrimob Polri yang memenuhi persyaratan internasional FAI.


Dalam kejuaraan tersebut, personel Polri yang tergabung dalam Tim Nasional Indonesia turut menorehkan prestasi, dengan raihan:


*1. Juara 1, Medali Emas, 4 Way Formation Skydiving Open*


* Briptu Ichiko Wuryantoro Putro

* Briptu Muhamad Fadhly Nugroho

* Bripda Ridwansyah

* Bharatu Imam Ramdhan

* Bharada Muhammad Apriliansyah


*2. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Formation Skydiving Female*


* Brigpol Nur Fauziah Anwari Puteri

* Bripda Regina Valeria Sanam

* Bripda Imelya Cahya Pramdita

* Sertu Tismaenah

* Sertu Ayu Fitria Handriani


*3. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Vertical Formation Skydiving*


* Briptu Wildan Aditya Nugraha Mukti

* Bharatu Husain

* Bharatu Kms Aldi

* Bharatu David Redonsen

* Bharada Saidul Mahdi Firja


Capaian tersebut meningkat dibandingkan 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2024 di Makau yang menghasilkan satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas 2026 juga diraih setelah Tim Indonesia mengungguli Tim China yang menurut Irvan sebelumnya memiliki catatan sebagai juara dunia pada nomor tersebut.


"Ke depan kita akan terus melakukan continuous improvement, baik dari perolehan medali maupun penyelenggaraan. Untuk dua tahun ke depan, kami akan meningkatkan program latihan secara lebih intensif, termasuk mendatangkan pelatih yang memiliki prestasi di tingkat dunia untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujar Irvan.


Irvan turut mengapresiasi dukungan Polri, khususnya Kapolri, PTP Polri dan Korbrimob Polri dalam penyelenggaraan serta pembinaan atlet.


"Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan Polri, khususnya Kapolri serta PTP Polri dan Korbrimob Polri, atas dukungan dalam penyelenggaraan maupun perolehan medali. Timnas Indonesia diwakili oleh atlet-atlet Polri. Kami berkolaborasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah olahraga indoor skydiving,” ungkapnya.


Selain kejuaraan FAI, Indonesia juga menyelenggarakan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 yang diikuti *382 peserta dalam 156 tim 


Pada Kelas Nasional, tim-tim Polri mendominasi podium dengan raihan *empat medali emas, lima medali perak dan lima medali perunggu.


Sementara pada Kelas International Open, tim yang secara eksplisit tercatat dari unsur Polri meraih tiga medali emas dan satu medali perak, termasuk melalui Polwan Korbrimob Polri dan tim Korbrimob Polri. 


Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kapolri Cup II menjadi wadah pembinaan dan kompetisi, sementara 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk membawa nama bangsa pada kejuaraan FAI tingkat Asia.


Kontingen Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 terdiri atas:


*Ketua Umum Persatuan Terjun Payung Polri (PTPPOLRI):*

• Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H.


*Ketua Kontingen:*

• Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, S.E.

• Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H.

• Irvan Zuladry, S.H., M.M. (FASI)


*Manager Team:*

• Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.

• Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H.

• Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, S.I.K.


*Official:*

• Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si.

• Ipda Muhammad Rifky Akmal Ramadhan, B.M.C.

• Ardya Rifiantara (FASI)


*Pelatih:*

• Kompol Anjiel Faozi, S.H.

• Iptu M. Ibrohim, S.H.

• Iptu Alfyan Syahvidi, S.H.


*Katim Atlet:*

• Kompol Sang Ngurah Wiratama, S.H., S.I.K., M.Si., M.Han.

• Kompol Reynando Hutapea, S.I.K., M.M.


Keberhasilan meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026, ditambah dominasi tim Polri pada Kapolri Cup II, menjadi bagian dari perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia serta kontribusi PTP Polri dalam membawa nama bangsa di kancah internasional.

Kapolri Pastikan Polri Kawal Muktamar Muhammadiyah agar Aman dan Sukses

 MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri akan melakukan pengecekan dan menyiapkan pengamanan Muktamar Muhammadiyah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses.



Hal tersebut disampaikan Kapolri usai memberikan Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).


Kapolri mengatakan, Polri akan mengawal pelaksanaan Muktamar sebagai bagian dari komitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.


“Tentunya kita saat ini akan mengecek dan kita mengharapkan agar perjalanan Muktamar bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” ujar Kapolri.


Selain memastikan aspek keamanan, Kapolri berharap Muktamar Muhammadiyah dapat melahirkan pimpinan-pimpinan yang mampu menjadi teladan serta terus membawa organisasi memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Menurut Kapolri, Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun bangsa, termasuk melalui peran pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin nasional. Karena itu, keberlangsungan organisasi dan proses konsolidasinya diharapkan senantiasa memperkuat pengabdian kepada masyarakat.


Kapolri juga menilai mahasiswa Muhammadiyah memiliki modal penting untuk menjadi generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, mahasiswa dibekali nilai keimanan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk isu lingkungan.


Pada tahun akademik 2026/2027, UMSU mencatat 6.027 mahasiswa melakukan registrasi dan herregistrasi pada semester ganjil. Kapolri mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun kemampuan, karakter, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.


Kapolri berharap seluruh unsur dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga Muktamar Muhammadiyah dapat berjalan tertib dan membawa manfaat bagi organisasi maupun bangsa Indonesia.

Selasa, 29 September 2026

Polres Ngawi dan Tim Gabungan Jinakan Api di Gunung Botak, Medan Berat Jadi Tantangan

 NGAWI — Personel gabungan dari Polres Ngawi Polda Jawa Timur, instansi terkait, dan relawan hingga kini terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah BKPH Lawu Utara. 



Kebakaran vegetasi pinus ini melanda kawasan Gunung Botak, tepatnya di Petak 2A1 RPH Salam, Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.


Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 


Hingga Selasa (29/9/2026), kobaran api belum sepenuhnya dapat dikendalikan, sehingga penanganan intensif dan pemantauan ketat di lokasi terus berjalan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto, menjelaskan bahwa seluruh unsur di lapangan bergerak cepat mengantisipasi perluasan dampak kebakaran. Petugas fokus melokalisir titik-titik api agar tidak merembet ke area lain.


"Sampai saat ini api belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Kami bersama instansi terkait dan para relawan masih terus berupaya melakukan pemadaman secara manual, memantau pergerakan titik api, serta membuat sekat bakar agar kebakaran tidak semakin meluas," ujar AKP Heri Riyanto, Selasa (29/9/2026).


AKP Heri menekankan bahwa keselamatan personel di lapangan serta masyarakat sekitar menjadi prioritas utama. Mengingat medan hutan yang cukup berat dan kondisi arah angin yang memicu perkembangan api, strategi pemadaman dilakukan dengan sangat hati-hati.


Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau ini. Warga diminta segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan melalui Call Center 110 atau ke kantor Polisi terdekat. (khan007)

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kabid TIK dan Sejumlah Kapolres Baru

 SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Jatim serta sejumlah Kapolres jajaran di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Selasa (29/9/2026).



Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., dan dihadiri Pejabat Utama Polda Jatim serta para Kapolres jajaran.


Serah terima jabatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.


Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama mengemban tugas di wilayah Jawa Timur.


Kepada para pejabat baru, Irjen Pol Nanang berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


“Saya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas,” ujar Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim juga menyampaikan keyakinannya bahwa para pejabat yang mendapat amanah baru mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional serta berintegritas.


“Saya yakin pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan tugas secara profesional, loyal, dan berintegritas,” tegasnya.


Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan di antaranya:


1.Kabid TIK Polda Jatim, Kombes Pol Agusman Gurning diangkat dalam jabatan baru sebagai Psikolog Kepolisian Madya Tk. I SSDM Polri. Jabatan Kabid TIK Polda Jatim selanjutnya diemban Kombes Pol Yulia Agustin Selfa Triana yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Kalbar.


2.Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagkompeten Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri. Jabatan Kapolres Mojokerto selanjutnya diemban AKBP Raden Erik Bangun Prakasa yang sebelumnya menjabat Kapolres Magetan.


3.Kapolres MagetanJabatan Kapolres Magetan selanjutnya diemban AKBP Bagas Sancoyoning Aji yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Jatim.


4.Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Polri. Jabatan Kapolres Jombang selanjutnya diemban AKBP Yanto Mulyanto yang sebelumnya menjabat Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim.


5.Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagmonev Bagyanduan Divpropam Polri. Jabatan Kapolres Pasuruan selanjutnya diemban AKBP Irawan Setyono yang sebelumnya menjabat Kasubbagbinfung Bagrenmim Divpropam Polri.


6.Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri. Jabatan Kapolres Ponorogo selanjutnya diemban AKBP Damus Asa yang sebelumnya menjabat Kapolres Gunung Kidul Polda DIY.


Serah terima jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier personel, serta pemenuhan kebutuhan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (khan007)

Kapolri Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan

 Medan – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.



Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara.


Menurut Kapolri, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan positif. Dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga mengambil peran nyata di tengah masyarakat.


“Menjadi agen perubahan, menginisiasi dan mengajak masyarakat melakukan perubahan positif serta berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari mendukung ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.


Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan dengan menjaga kerukunan serta ikut menangkal hoaks dan provokasi.


Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Tingginya penggunaan ruang digital harus diikuti kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.


Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, menghargai perbedaan, dan memperkuat kolaborasi.


“Menjaga kerukunan, menangkal hoaks dan provokasi, serta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis,” pesan Kapolri.

Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Bhabinkamtibmas Desa Ngantru selalu mengawal Penanaman Jagung

 Tulungagung - Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. terus menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah desa binaannya masing-masing.




Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Ngantru Polsek Ngantru Polres Tulungagung Brigadir Asep Bhakti R melaksanakan kegiatan pendampingan perawatan jagung milik warga  Ds. Ngantru pada hari Selasa, 29 September 2026 bertempat di lahan pertanian Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.


Dalam kegiatan

 tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Ngantru turut hadir bersama para petani untuk melakukan monitorin sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan.m


Kegiatan monitoring penanaman jagung ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan dan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, khususnya kelompok tani dan para petani di wilayah Desa Ngantru Dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri yang selalu siap membantu dan mendukung kegiatan positif masyarakat.


Melalui kegiatan pendampingan panen jagung tersebut, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat baik dari segi kwalitas maupun kwantitas, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.


@divisihumaspolri 

@humaspoldajatim 

@ssdmpolri 


#astacita #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #polripresisi #polrestulungagung

Gencarkan Patroli Cipkon, Polres Tanjung Perak Tindak Tegas Gangster dan Tawuran Remaja

 Surabaya — Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur terus memperketat pengamanan di wilayah hukumnya melalui patroli stasioner Cipta Kondisi (Cipkon). 



Operasi rutin yang menyasar sejumlah jalur rawan ini digelar dari malam hingga dini hari guna mengantisipasi maraknya aksi gangster dan tawuran jalanan. 


Langkah ini menjadi perhatian serius lantaran fenomena negatif tersebut belakangan kerap melibatkan remaja dan anak di bawah umur di Kota Pahlawan.


Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menegaskan bahwa langkah preventif ini sangat krusial untuk meredam potensi kejahatan jalanan sebelum terjadi gangguan nyata di lapangan.


"Patroli cipkon ini merupakan langkah preventif kami untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Fokus utama kami adalah menyapu bersih kejahatan malam seperti aksi gangster, tawuran, hingga balap liar yang meresahkan warga," ujar Iptu Suroto, Senin (28/9/2026).


Berdasarkan pemetaan kepolisian, pola pergerakan kelompok gangster saat ini umumnya memanfaatkan media sosial untuk saling tantang sebelum akhirnya menggelar konvoi bersenjata di jalan raya. 


Ironisnya, mayoritas pelaku yang terjaring masih berstatus sebagai pelajar atau anak usia sekolah.


"Sangat disayangkan, sebagian besar pelaku yang kami amankan saat pembubaran kelompok ini masih di bawah umur. Oleh karena itu, sasaran patroli kami tidak hanya memantau arus lalu lintas, tetapi juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kerumunan pemuda yang mencurigakan di atas jam malam," terang Iptu Suroto.


Dalam pelaksanaannya, personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan perbatasan kota, permukiman padat penduduk, hingga pusat keramaian warga. 


Namun, Iptu Suroto mengingatkan bahwa penanganan kenakalan remaja ini tidak bisa hanya bertumpu pada aparat kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua.


"Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Jangan biarkan mereka berkeliaran di luar tanpa tujuan yang jelas, karena sangat rentan terpengaruh lingkungan negatif," imbau Iptu Suroto.


Pihak kepolisian juga meminta masyarakat Surabaya untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan. Jika melihat adanya pergerakan konvoi mencurigakan atau indikasi tawuran, warga diharapkan segera melapor ke Polsek terdekat atau menghubungi layanan call center 110 bebas pulsa. (khan007)

Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

 JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).



Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.


“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).


Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.


Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.


Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.


“Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.


Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.


Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.


Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.


Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.


Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.


Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.


“Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.


Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.


Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.


“Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.


Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.


“Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

 MEDAN — Masa depan Indonesia 2045 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Pesan strategis itu menjadi benang merah kuliah umum Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Senin (28/9/2026).



Di hadapan ribuan mahasiswa, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi generasi yang mampu membaca perubahan, beradaptasi terhadap tantangan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kuliah umum tersebut berlangsung pukul 10.27 WIB setelah rangkaian pembukaan PKKMB yang dihadiri jajaran pimpinan UMSU, PP Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda Sumatera Utara, serta unsur pimpinan Polri.


Kapolri menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari momentum bonus demografi Indonesia. Dalam paparannya, Indonesia disebut memiliki sekitar 290,1 juta penduduk dan akan memasuki periode bonus demografi pada 2030–2035. Momentum tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan akademik. Kapolri mendorong generasi muda menjadi pembelajar sepanjang hayat, membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat. Mereka juga dipersiapkan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu memberi teladan, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan.


Peran tersebut diterjemahkan secara konkret melalui kehidupan kampus dan masyarakat. Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, menjaga keamanan dan ketertiban kampus, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Di luar kampus, mereka diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung pembangunan, mendorong kemajuan masyarakat, sekaligus menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.


Pesan itu semakin relevan di tengah perubahan lingkungan strategis global yang berlangsung cepat. Kapolri memaparkan perkembangan geopolitik, tekanan ekonomi, perubahan iklim, serta akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan yang dapat membawa dampak berantai terhadap Indonesia. Kondisi tersebut menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan mampu mengambil keputusan tanpa kehilangan arah.


“*Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia*,” menjadi pesan kuat dalam materi kuliah umum tersebut. Dengan demikian, pendidikan di UMSU tidak hanya menjadi ruang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang menyiapkan generasi yang mampu mengisi pembangunan dan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.


PKKMB UMSU 2026 sendiri diikuti *6.027 mahasiswa*, yang berasal dari berbagai bidang pendidikan, mulai dari agama, pendidikan, sosial-politik, pertanian, ekonomi, hukum, teknik, ilmu komputer dan teknologi informasi, kedokteran hingga jenjang pascasarjana dan doktoral.

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

 KEDIRI — Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Aditya Firmansyah (20) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. 



Pemuda tersebut merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang membawa total 243 penumpang dan dilaporkan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). 


Isak tangis tak terbendung saat jenazah putra ketiga dari pasangan Budi Setiawan dan Ratna Sri Astutik ini tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026). 


Setelah dishalatkan oleh pihak keluarga dan pelayat, jenazah almarhum langsung diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manggis.


Di tengah momen penuh kesedihan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., hadir secara langsung di rumah duka untuk menunjukkan empati mendalam dari institusi kepolisian. 


Didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, kehadiran korps Bhayangkara ini menjadi pilar penguat bagi keluarga yang tengah terpukul.


Sebagai bentuk kepedulian nyata dan untuk meringankan beban yang dihadapi, AKBP Wahyudin Latif secara simbolis menyerahkan santunan tali asih langsung kepada orang tua korban.


"Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kami ingin memastikan bahwa keluarga tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan untuk melewati masa-masa sulit ini," ungkap AKBP Wahyudin Latif.


Kehadiran dan perhatian besar dari Kapolres Kediri beserta jajaran ini mendatangkan keharuan tersendiri bagi pihak keluarga. 


Mewakili keluarga besar almarhum, Budi Setiawan selaku orang tua korban menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang telah ditunjukkan oleh Polres Kediri.


"Kami selaku pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri dan seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mendoakan anak kami, dan memberikan santunan. Perhatian dan dukungan moril ini sangat berarti bagi kami yang sedang berduka. Semoga kebaikan Bapak sekalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa," tutur Budi dengan nada lirih. (khan007)

Senin, 28 September 2026

Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

 JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.



Pendaftaran dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa. Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan seragam.


“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).


SMA KTB menyediakan kursi melalui jalur reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga melalui O2SN. Seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan sistem blind admission.


Dedi menegaskan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa. “Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.


Antusiasme terhadap SMA KTB meningkat. Pada angkatan pertama terdapat 11.765 pendaftar, dengan 120 siswa diterima. Jumlah itu naik menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.


“Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.


SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate (IB) serta telah berstatus IB World School. Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.


“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.


Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.


“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” katanya.


Dirgayuza menyebut sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah.


Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik untuk membentuk siswa berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global.

BRAN dan Bappenas Perkuat Sinergi Penataan Agraria, Dorong Kesejahteraan Rakyat

  Jakarta, 16 Oktober 2026 — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pe...