Senin, 31 Agustus 2026

Bantu Warga Tetap Terhubung, Brimob Hadirkan Wi-Fi Gratis di Posko Pengungsian Barangkolong

 

MANGGARAI, NTT — Di tengah masa pemulihan pascabencana gempa bumi, akses komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak. Korps Brimob Polri melalui Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terus memberikan dukungan dengan menghadirkan akses Wi-Fi gratis di posko pengungsian.


Senin (31/8/2026) pukul 08.20 WITA, Tim TIK Korbrimob melaksanakan pemasangan perangkat WONTECH di Posko Pengungsian Barangkolong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.


Pemasangan perangkat tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus memberikan layanan Wi-Fi gratis bagi warga yang terdampak gempa bumi. Hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 30 perangkat telah tersambung dengan jaringan internet yang disediakan.


Kehadiran akses internet di lokasi pengungsian diharapkan dapat membantu warga tetap terhubung dengan keluarga maupun memperoleh informasi selama menjalani masa pemulihan. Bagi personel di lapangan, jaringan tersebut juga mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan.


Selain dukungan teknologi komunikasi, kesiapsiagaan personel Satgas SAR Korps Brimob juga terus diperkuat. Pada waktu yang sama, personel Satgas SAR Korps Brimob melaksanakan apel pagi di Posko Ronting, Desa Satarkampas, Kabupaten Manggarai Timur.


Apel dipimpin Dansatgas SAR Korps Brimob Kombes Pol. Muh. Hasripuddin sebagai bagian dari pengecekan kesiapan personel sebelum melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan dan penanganan pascabencana.


Melalui perpaduan kesiapan personel dan dukungan teknologi, Korps Brimob terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa, memastikan komunikasi tetap berjalan, serta mendukung kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian.

Polda Jatim Peringati Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel

 

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M yang diikuti jajaran Pejabat Utama Polda Jatim, personel Polri, ASN serta sejumlah peserta lainnya di Masjid Arif Nurul Huda Mapolda Jatim, Senin (31/8/2026).


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Polda Jatim untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat untuk mewujudkan postur Polri yang Presisi dan humanis.


Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Heru Budi Prasetyo mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya nilai kejujuran, amanah, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama,” kata Kombes Pol Heru.


Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan oleh setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Sebagai anggota Polri, keteladanan tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, sehingga setiap personel mampu memberikan pelayanan yang humanis, profesional dan berintegritas kepada masyarakat,” ujar Kombes Heru.


Menurutnya, melalui momentum Maulid Nabi, diharapkan semakin memperkuat soliditas dan komitmen personel Polda Jatim untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


“Kami berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, sekaligus memperkuat komitmen Polda Jatim dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung dengan suasana khidmat. Kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. (*

Demi Menjaga Hubungan Dengan Masyarakat Lebih Dekat Dengan Petani Kanit Bimas Polsek Pagerwojo Memberikan Pendampingan Perawatan Tanaman Jagung di Desa Segawe

 


Tulungagung - Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. terus menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah desa binaannya masing-masing.


Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kanit Bimas Polsek Pagerwojo Polres Tulungagung Aiptu Edy Suwignyo melaksanakan kegiatan pendampingan perawatan jagung milik warga desa Segawe


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut hadir bersama para petani untuk melakukan monitoring sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan.


Kegiatan monitoring penanaman jagung ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan dan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, khususnya kelompok tani dan para petani di wilayah Desanya Masing-masing Dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri yang selalu siap membantu dan mendukung kegiatan positif masyarakat.


Melalui kegiatan pendampingan panen jagung tersebut, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Polres Mojokerto Sulap Pos Kenanten Jadi Stasiun Terpadu Ramah Ojol, Dilengkapi IGD dan Peralatan Medis

 




MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur melakukan terobosan baru dengan mentransformasikan Pos Polisi Kenanten menjadi stasiun terpadu ramah ojek online (ojol) yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat model Instalasi Gawat Darurat (IGD). 


Proyek yang pembangunannya kini telah mencapai 70 persen tersebut dirancang khusus sebagai tempat singgah yang layak bagi para pengemudi ojol sekaligus pusat penanganan medis darurat di jalur rawan kecelakaan.


Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menyatakan bahwa proyek ini merupakan respons nyata kepolisian atas aspirasi para pengemudi ojol dan konvensional yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat mangkal yang layak tanpa mengganggu arus lalu lintas.


"Kami fokus mengembangkan pos lalu lintas ini menjadi stasiun terpadu yang memikirkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ujar AKBP Andi pada Senin (31/8/2026).


Kenanten Police Station kini tidak hanya berfungsi sebagai pos jaga biasa. Di tempat singgah resmi ini, para pengemudi ojol dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang kenyamanan seperti ruang istirahat, toilet, hingga akses WiFi gratis. 


Langkah ini pun mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan komunitas ojol setempat, seperti Margono (Shopee) dan Dony (Grab Mojokerto Community), yang menyambut hangat kehadiran fasilitas tersebut.


Selain kenyamanan, Polres Mojokerto Polda Jatim juga mengedepankan aspek keselamatan dengan memanfaatkan posisi strategis Simpang Lima Kenanten yang merupakan titik rawan kecelakaan. 


Kapolres Mojokerto menggagas pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), khususnya penanganan medis darurat untuk jantung dan pernapasan.


AKBP Andi menegaskan, pelatihan ini tidak hanya menyasar personel Polisi, tetapi juga akan melibatkan para pengemudi ojol dengan dukungan peralatan medis yang disediakan langsung di pos terpadu tersebut.


Di sisi lain, untuk mendukung kelancaran aktivitas di kawasan krusial yang dilintasi sekitar 300 unit truk per hari ini, Polres Mojokerto Polda Jatim bersama dinas terkait tengah menggodok rekayasa lalu lintas. 


Langkah awal yang disiapkan meliputi evaluasi rambu, penataan ulang drop zone, hingga kajian jangka panjang pembangunan flyover untuk mengurai kemacetan.


Kasi Pengendalian UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Akhmad Yazid, menambahkan bahwa pihaknya akan membawa rekomendasi dari Polres Mojokerto ini ke tingkat provinsi. 


Evaluasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala geografis jalan sisi utara yang sempit dan menurun, sehingga Kenanten Police Station bisa menjadi percontohan pos terpadu yang ideal di Jawa Timur. (*)

STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

 

PALEMBANG - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas”.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 25–28 Agustus 2026 di wilayah Palembang dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya dalam situasi kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen. Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026), mengatakan kegiatan STIK Mengabdi merupakan bentuk implementasi ilmu kepolisian agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini dan kemampuan masyarakat dalam memitigasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Eko.


Menurutnya, Sumatera Selatan dipilih karena memiliki wilayah hutan dan lahan yang rentan terhadap kebakaran. Kondisi tersebut membuat karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan, aktivitas ekonomi, mobilitas, hingga stabilitas kamtibmas.


Dalam kegiatan tersebut, STIK mendorong penerapan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital untuk mempercepat komunikasi, pelaporan awal, pertukaran informasi, dan koordinasi ketika ditemukan potensi gangguan keamanan.


“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini,” jelasnya.


Eko menegaskan, pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk karhutla, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, edukasi dalam kegiatan STIK Mengabdi juga diberikan kepada unsur kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah.


“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu membangun kesadaran risiko, memperkuat jejaring komunikasi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta melaporkan potensi gangguan sejak dini,” tuturnya.


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen STIK yang terdiri atas Pembina Utama Madya Prof. Lindrianasari, SE., M.Si., Akt., Guru Besar STIK; KBP. Dr. Yudhi Hery Setiawan, SIK., M.Si., Dosen Utama STIK; KBP. Erick Hermawan, SIK., M.H., Analis Kebijakan Madya STIK; serta Pembina Rahmadsyah Lubis, S.Pd., M.Pd.


Keterlibatan para dosen tersebut menjadi bagian dari upaya STIK mengimplementasikan ilmu kepolisian melalui edukasi, penguatan kapasitas, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas.


Eko berharap model pengabdian tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara STIK, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat sehingga dapat menghasilkan pola deteksi dini yang dapat diterapkan di wilayah lain.


“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

Bhayangkara Sprint Rally 2026 Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Raih Juara Umum

 


 PASURUAN – Kejuaraan Nasional Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.


Seluruh rangkaian kejuaraan berlangsung aman dan lancar dengan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Penutupan kejuaraan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pembalap yang berhasil meraih posisi terbaik. Penghargaan diserahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai digelar.


Dalam kejuaraan tersebut, Ryan Nirwan dari Toyota Gozo Racing berhasil meraih juara umum. Prestasi tersebut sekaligus melanjutkan catatan positif Ryan yang sebelumnya juga menjadi juara pada 2025.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi ruang positif untuk membangun sportivitas, kebersamaan, sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian, komunitas otomotif dan masyarakat.


“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengapresiasi para peserta, panitia, IMI, komunitas otomotif serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Kombes Pol Jules, Senin (31/8/2026).


Menurut Kombes Pol Jules, semangat sportivitas yang ditunjukkan para pembalap di lintasan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun kesadaran tertib dan keselamatan berlalu lintas.


“Semangat sportivitas yang ditunjukkan di lintasan tentunya juga harus menjadi bagian dari budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Kompetisi dilakukan di tempat yang memang disiapkan untuk itu, sedangkan di jalan raya keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” tegasnya.


Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi Polda Jawa Timur bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Gazpoll Racing Team.


Menurutnya, Bhayangkara Sprint Rally tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi kepolisian dengan komunitas otomotif dan berbagai elemen masyarakat.


“Kami berharap melalui kegiatan ini sinergi dengan komunitas dan masyarakat semakin kuat sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan yang kondusif,” kata Kombes Pol Bimo.


Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kejuaraan serta memberikan ucapan selamat kepada para pemenang.


“Selamat kepada para pemenang dari berbagai kelas. Saya juga mengucapkan selamat kepada Ryan Nirwan yang kembali meraih hasil terbaik setelah sebelumnya juga menjadi juara pada 2025,” ujarnya.


Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara hingga Sumatera Selatan.


Persaingan berlangsung ketat di berbagai kelas yang diperlombakan. Para pembalap harus menaklukkan karakter lintasan Pasuruan yang didominasi debu dan pasir serta mengalami perubahan kondisi seiring berlangsungnya setiap Special Stage (SS).


Bagi Ryan Nirwan, keberhasilan menjadi juara tidak diraih dengan mudah. Ia mengaku sempat tertinggal pada SS pertama sebelum bersama tim melakukan sejumlah penyesuaian terhadap performa kendaraan.


“Balapan kali ini banyak dramanya dan cukup menegangkan buat saya dan tim. Di SS pertama kami tertinggal cukup jauh dan sempat berada di posisi ketiga,” ujar Ryan.


Performa Ryan kemudian meningkat hingga momentum penentu terjadi pada SS keempat. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat dan membalikkan posisi untuk meraih kemenangan.


“Alhamdulillah di SS keempat kami berhasil menjadi yang tercepat dengan gap yang cukup besar. Dari sebelumnya berada di posisi kedua, akhirnya kami bisa membalikkan keadaan dan kembali menjadi juara di seri ketiga ini,” katanya.


Ryan menilai karakter lintasan Pasuruan memberikan tantangan tersendiri karena kondisinya terus berubah selama perlombaan.


“Di Pasuruan karakter tanahnya debu dan pasir. Dengan kondisi panas dan kering, semakin banyak mobil yang lewat, kondisi lintasan juga semakin berubah. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap,” ujarnya.


Ia pun memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 dan berharap kejuaraan serupa dapat terus dilaksanakan.


“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh penyelenggara. Bagi kami pembalap, lintasan ini sangat menantang. Saya berharap event seperti ini bisa terus ada dan semakin banyak track baru yang bisa digunakan,” kata Ryan.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang, Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 resmi ditutup.


Ajang tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di dunia otomotif nasional, tetapi juga memperkuat sportivitas, kebersamaan dan kemitraan antara Polri dengan komunitas serta masyarakat, sekaligus membawa pesan bahwa keselamatan dan tertib berlalu lintas harus tetap menjadi prioritas bersama. (*)

Minggu, 30 Agustus 2026

Pemerhati Hukum Pidana Minta Pelaku Kerusuhan Usai Aksi Damai Diproses Tegas

 

JAKARTA — Pemerhati hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan, mengecam aksi kerusuhan yang terjadi setelah kegiatan penyampaian pendapat secara damai di sekitar Gedung DPR berakhir. Ia meminta aparat penegak hukum memproses secara tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan kerusuhan maupun pengrusakan.


“Kita minta kelompok perusuh yang diamankan Polda Metro Jaya diproses secara hukum. Jika terbukti melakukan tindak pidana, berikan hukuman tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Edi Hasibuan di Jakarta.


Menurut Edi, munculnya kelompok yang melakukan tindakan kerusuhan setelah massa aksi damai meninggalkan lokasi perlu didalami secara menyeluruh. Ia menilai, aparat perlu mengusut kemungkinan adanya pihak tertentu yang menggerakkan maupun memanfaatkan situasi untuk menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban.


“Kita minta ini harus diusut tuntas. Jangan sampai aksi penyampaian pendapat yang semula damai justru ditunggangi pihak tertentu untuk memancing kerusuhan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.


Edi juga mengamati bahwa dalam pelayanan kegiatan penyampaian pendapat, aparat kepolisian telah berupaya mengedepankan pendekatan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif.


Namun, ia menyayangkan adanya kelompok yang kemudian melakukan tindakan kerusuhan dan pengrusakan setelah aksi penyampaian pendapat berlangsung.


Terkait data kepolisian yang menyebutkan sebanyak 323 orang telah diamankan, dengan 160 di antaranya merupakan anak-anak, Edi meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius semua pihak.


Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk untuk mengetahui bagaimana mereka dapat berada di lokasi dan terlibat dalam kelompok tersebut.


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa kelompok yang diamankan diduga datang ke sekitar Gedung DPR untuk mengganggu keamanan dan ketertiban. Sejumlah video yang beredar juga memperlihatkan adanya aksi pelemparan barang ke arah petugas yang memberikan pelayanan.


Edi pun meminta kepolisian mengusut secara transparan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.


“Kita minta identitas kelompok perusuh ini dibuka kepada publik seluas-luasnya. Yang terpenting, peran masing-masing pihak harus diungkap secara jelas agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar dosen pascasarjana tersebut.


Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya harus tetap dilakukan secara tertib dan damai serta tidak boleh disertai tindakan yang mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat.


“Jangan sampai hak menyampaikan pendapat yang dijamin oleh undang-undang justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kekerasan dan menciptakan kerusuhan,” pungkasnya.

Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara

  


Solo – Keluarga besar Garda Satya NKRI menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan semangat “Satya Haprabu”.


Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI bertema “Bersama Umat Membangun Indonesia” di Solo, Minggu (30/8/2026).


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Semangat “Satya Haprabu” menjadi cerminan tekad Garda Satya NKRI untuk menjaga komitmen kebangsaan dan mengarahkan semangat pengabdian pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk berperan serta membangun masa depan Indonesia.


“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, komitmen terhadap NKRI perlu diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif, mulai dari menjaga Kamtibmas, merawat persatuan, hingga mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.


Garda Satya NKRI juga didorong untuk terus mengembangkan perannya melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.


Kapolri berharap semangat dan kekompakan keluarga besar Garda Satya NKRI dapat menjadi kekuatan positif yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat.


Komitmen tersebut sejalan dengan tema “Bersama Umat Membangun Indonesia”, yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Dengan semangat “Satya Haprabu”, Garda Satya NKRI diharapkan terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Kapolri: Garda Satya NKRI Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas dan Keutuhan Bangsa

  


Jakarta – Kapolri menegaskan Garda Satya NKRI memiliki peran penting sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat persatuan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri bersama Garda Satya NKRI, Minggu (30/8/2026), yang mengangkat tema “Bersama Umat Membangun Indonesia.”


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Kapolri mengatakan keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk meneguhkan komitmen kepada NKRI merupakan langkah yang mulia, berani, dan dilandasi semangat kebangsaan. Negara, menurutnya, memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk melangkah ke depan.


Ia menilai semangat, militansi, kedisiplinan, keberanian, dan kekompakan yang dimiliki Garda Satya NKRI dapat diarahkan menjadi kekuatan positif bagi bangsa.


“Keputusan untuk mengabdi sebagai Garda Satya NKRI merupakan panggilan nurani untuk menjadi garda yang senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian disampaikan Kapolri dalam sambutannya.


Dengan modal tersebut, Garda Satya NKRI diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.


Kapolri juga menekankan bahwa peran Garda Satya NKRI tidak berhenti pada komitmen kebangsaan. Organisasi tersebut diharapkan terus hadir sebagai mitra Polri dan pemerintah dalam menjaga kamtibmas, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional.


Ketika bangsa menghadapi situasi yang membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat, Garda Satya NKRI juga diharapkan siap berdiri bersama Polri dan seluruh komponen bangsa.


“Termasuk ketika bangsa dan negara menghadapi situasi yang membutuhkan peran saudara-saudara, saya berharap Garda Satya NKRI siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari garda penjaga NKRI,” ujar Kapolri.


Peran tersebut diarahkan untuk menjaga masyarakat sekaligus melindungi kepentingan bangsa dan negara.


Selain menjaga keamanan, anggota Garda Satya NKRI didorong mengambil peran produktif sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.


Menurut Kapolri, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya menghadapi ancaman, tetapi juga oleh kemandirian masyarakat, kekuatan ekonomi serta kokohnya persatuan dan kesatuan.


Kapolri menambahkan, Polri berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.


Menurutnya, kepercayaan dan persaudaraan yang telah terbangun harus terus dirawat dan diperkuat. Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI bukan sekadar hubungan sesaat, melainkan persaudaraan jangka panjang dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI terus berkembang menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan, Polda Jatim Tekankan Fair Play dan Keselamatan Berlalu Lintas

 

PASURUAN – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 resmi digelar di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Kejuaraan otomotif yang dibuka Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto tersebut diikuti 100 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia yang bersaing dalam 15 kelas kompetisi.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Bhayangkara Sprint Rally tidak sekadar menjadi arena kompetisi dan adu kecepatan, tetapi juga membawa pesan tentang sportivitas, disiplin dan keselamatan berlalu lintas.


“Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi otomotif nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sportivitas, kebersamaan dan budaya keselamatan berlalu lintas,” kata Kombes Pol Abast.


Menurut Kombes Pol Abast, para pembalap tentu diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama berada di lintasan. Namun, sportivitas dan keselamatan harus tetap menjadi hal yang utama.


“Ada 100 pembalap yang mengikuti 15 kelas kompetisi. Kita berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kombes Abast.


Ia menegaskan, kemampuan dan kecepatan dalam olahraga otomotif harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yakni lintasan atau sirkuit.


Pesan tersebut dinilai penting, tidak hanya bagi para pembalap dan komunitas otomotif, tetapi juga bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


“Kecepatan dan kemampuan harus ditempatkan pada tempatnya, yaitu di lintasan atau sirkuit. Ketika berada di jalan raya, kita semua wajib tertib, santun dan mematuhi aturan lalu lintas,” tegas Kombes Abast.


Selain menjadi ajang olahraga otomotif nasional, penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 juga diharapkan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di Pasuruan dan sekitarnya.


Kehadiran pembalap, tim, ofisial maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, UMKM, kuliner hingga pariwisata.


“Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran peserta, tim maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, kuliner dan pariwisata di Pasuruan dan sekitarnya,” ungkap Kombes Pol Abast.


Ia berharap Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri, komunitas otomotif dan masyarakat sekaligus menjadi sarana menggelorakan budaya tertib berlalu lintas.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan yang terpenting, semangat berkompetisi cukup kita tunjukkan di lintasan. Di jalan raya, keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi yang utama,” pungkas Kombes Pol Abast. (*)

Polresta Banyuwangi Ungkap Pencurian Pecah Kaca Mobil, Dua Tersangka Pernah Beraksi di Malaysia

 

BANYUWANGI – Penyelidikan kasus pencurian uang Rp.300 juta milik seorang nasabah bank di Banyuwangi membuka kotak pandora jaringan kejahatan yang jauh lebih luas. 


Setelah memburu dua tersangka hingga ke Sumatera Barat, Tim URC Macan Blambangan Satreskrim Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur berhasil menangkap Dua orang tersangka dan mengungkap rangkaian aksi serupa di berbagai daerah dengan total kerugian Rp.719 juta. 


Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.dalam konferensi pers di Mako Polresta Banyuwangi, Kamis (27/8/2026).


Ia mengungkapkan, saat ini Polresta Banyuwangi Polda Jatim juga tengah mendalami keterkaitan kasus ini dengan aksi kejahatan serupa di Malaysia.


Pengungkapan kasus pencurian modus pecah kaca mobil ini terungkap setelah peristiwa di wilayah Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, pada 18 Mei 2026  bulan lalu.


Saat itu, korban kehilangan uang modal usaha palawija sebesar Rp.300 juta yang baru ditarik dari bank. Kaca mobilnya dipecah hanya dalam waktu lima menit saat kendaraan ditinggalkan.


"Penelusuran intensif Satreskrim Polresta Banyuwangi akhirnya mengarah pada dua tersangka berinisial AS dan AC hingga akhirnya kami amankan di sebuah hotel di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB," kata Kombes Rofiq.


Ia mengatakan, penangkapan ini dilakukan oleh Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi, dengan dukungan penuh dari Polresta Bukittinggi, Polda Sumatera Barat, Polres Boyolali, serta Polda Jawa Tengah.


Dari hasil interogasi, penyidik menemukan fakta bahwa komplotan ini telah beraksi berulang kali di wilayah Kabupaten Jember (21 November 2025): Kerugian Rp319 juta, Kabupaten Situbondo (Januari 2026): Kerugian Rp10 juta, Kota Pasuruan (Februari 2026): Kerugian Rp90 juta dan Kabupaten Banyuwangi (18 Mei 2026): Kerugian Rp.300 juta.


"Secara keseluruhan, total kerugian dari empat tempat kejadian perkara (TKP) di Indonesia ini mencapai Rp719 juta," ungkap Kombes Rofiq.


Sindikat ini menerapkan metode yang sangat rapi. Calon korban dipetakan selama kurang lebih satu pekan, mengincar nasabah teller yang menarik tunai dalam jumlah besar.


Hasil penyelidikan pada kasus ini mencatat dugaan keterlibatan jaringan ini dalam aksi pencurian di wilayah Johor Bahru–Kuala Lumpur pada 20 Oktober 2025 dengan kerugian mencapai RM100.000.


"Dari dokumen kepolisian, jejak aktivitas tersangka terdeteksi pernah beraksi di Malaysia dalam rentang waktu 6 hingga 26 Juni 2026 di beberapa lokasi seperti Bintulu, Sarikei, Sibu, Kuching, dan Johor Bahru," kata Kombes Rofiq.


Selain AS yang sudah ditahan, lima orang lainnya yang diduga berperan dalam jaringan Malaysia kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyatakan telah melaporkan perkembangan ini ke Bareskrim Polri untuk membuka pertukaran informasi (koordinasi) dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).


Saat ini, AS dan AC telah resmi ditahan dan berkas perkaranya sedang disiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. 


Penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang membawa ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun atau denda kategori V.


Mengantisipasi kejadian serupa, Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengawalan gratis dari kepolisian saat membawa uang tunai dalam jumlah besar dengan menghubungi Call Center 110. 


Masyarakat juga diingatkan agar tidak meninggalkan barang berharga atau uang di dalam kendaraan, sekalipun pintu 

Kondusivitas Nasional Terjaga, Polri Terus Pastikan Pelayanan bagi Masyarakat

  


JAKARTA — Pasca kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026), kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat secara nasional hingga saat ini terpantau kondusif dan terkendali. Berbagai aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah juga berjalan sebagaimana mestinya.


Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa Polri terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terselenggara dengan baik.


“Secara nasional, kondisi hingga saat ini kondusif dan terkendali. Polri berkomitmen untuk terus menjaga terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (28/8/2026).


Menurutnya, terpeliharanya situasi kamtibmas merupakan bagian penting dalam memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Polri terus hadir melalui berbagai pelayanan yang dilakukan secara profesional dan humanis.


“Aktivitas masyarakat saat ini telah berjalan sebagaimana mestinya. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.


Trunoyudo menambahkan, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai. Partisipasi serta kepedulian masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Polri, lanjutnya, akan terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis serta menjaga terpeliharanya harkamtibmas.

Kanit Binmas Polsek Kedungwaru memberikan Pendampingan Perawatan Tanaman Jagung kepada petani.

 

Tulungagung - Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. terus menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah desa binaannya masing-masing.


Salah satunya dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Kedungwaru Polres Tulungagung, Aipda Darminto langsung turun ke area pertanian jagung, melakukan pengecekan sekaligus memberikan edukasi kepada salah seorang petani di desa Boro, Kec. Kedungwaru. Sabtu 29 Agustus 2026


Kanit Binmas polsek. Kedungwaru berdialog langsung dengan petani terkait kondisi tanaman jagung, pola perawatan, hingga kendala yang dihadapi selama proses tanam.


Kanit Binmas Polsek. Kedungwaru memberikan masukan juga motivasi dan pendampingan pada para petani agar lebih optimal dalam melakukan perawatan tanaman, sehingga hasil panen dapat meningkat dan berkualitas.


Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.


Melalui sambang dan pendampingan tersebut, diharapkan terjalin sinergi kuat antara Polri dan masyarakat. Khususnya para petani, dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.


Para petani jagung di Kec. Kedungwaru memberi sambutan positif atas perhatian serta dukungan yang diberikan Kanit. Binmas Polsek Kedungwaru. Mereka berharap, pendampingan seperti ini terus dilakukan agar hasil pertanian semakin maksimal dan mampu mendukung kebutuhan pangan nasional.


@divisihumaspolri

@humaspoldajatim

@ssdmpolri


#astacita #swasembadapangan #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #polripresisi #polisiindonesia #ssdmpolri #divhumaspolri #birosdmpoldajatim #bidhumaspoldajatim #ketahananpanganpolrestulungagung #polrestulungagung #tulungagung

Polri Buka Seleksi Terbuka Kasetukpa Lemdiklat, 13 Perwira Ikuti Uji Kompetensi

  


JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka seleksi Promosi Jabatan Terbuka untuk mengisi posisi Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lemdiklat Polri. Seleksi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memastikan pengisian jabatan strategis dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis merit.


Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar secara resmi membuka rangkaian seleksi tersebut di Jakarta.


“Promosi jabatan terbuka ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mewujudkan tata kelola sumber daya manusia yang transparan, objektif, dan berbasis merit. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensi dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ujar Anwar di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Saat ini, seleksi telah memasuki tahapan Uji Kompetensi Bidang yang diikuti 13 perwira, terdiri dari dua Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) dan 11 Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).


Sebelumnya, seluruh peserta telah melewati tahapan pemeriksaan administrasi dan Uji Kompetensi Manajerial. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan sekaligus memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan Kasetukpa Lemdiklat Polri.


Uji Kompetensi Bidang melibatkan tim penguji dari unsur internal dan eksternal Polri. Unsur internal terdiri dari perwakilan Lemdiklat Polri, Itwasum Polri, serta Bagian Psikologi Kepolisian. Sementara itu, unsur eksternal melibatkan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).


Keterlibatan penguji lintas unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara komprehensif dan objektif, sekaligus mengukur kompetensi serta kapasitas peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kasetukpa Lemdiklat Polri.


“Uji Kompetensi Bidang ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk melihat kemampuan, kompetensi, dan kapasitas para peserta secara lebih mendalam. Dengan demikian, pejabat yang nantinya terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelas Anwar.


Untuk menjaga proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, seluruh tahapan juga diawasi oleh pengawas internal Polri, di antaranya Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri serta Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengawasan dilakukan guna menjamin proses seleksi berlangsung secara akuntabel, objektif, bersih, dan transparan.


Irjen Pol. Anwar menambahkan, rangkaian Promosi Jabatan Terbuka Kasetukpa Lemdiklat Polri telah dimulai sejak 5 Agustus 2026 melalui tahapan pendaftaran. Seluruh rangkaian seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hasil akhirnya dijadwalkan diumumkan pada September 2026.


“Prinsip yang kami kedepankan adalah Profesional, Akuntabel, Obyektif, Bersih, dan Transparan. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas,” pungkasnya.


Pelaksanaan Promosi Jabatan Terbuka tersebut juga selaras dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas

 

MAGELANG, JAWA TENGAH - Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). Visitasi dilakukan di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang dan Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat secara langsung inovasi serta dampak pelayanan yang dilakukan personel Polri di tengah masyarakat.


Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, visitasi menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung implementasi inovasi yang dilakukan anggota Polri, khususnya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.


“Melalui visitasi ini kami ingin melihat secara langsung bagaimana inovasi yang dilakukan anggota Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang kami lihat bukan hanya gagasannya, tetapi juga konsistensi pelaksanaan dan dampaknya terhadap lingkungan serta hubungan antara polisi dengan masyarakat,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).


Di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang, tim visitasi melihat inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Aiptu Dilia Eka Sari, S.H., yang masuk nominasi perseorangan kategori Planet. Inovasi tersebut berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.


Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk organik cair yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Limbah organik lainnya juga dimanfaatkan sebagai pakan magot BSF serta silase pakan ternak.


Sementara itu, sampah anorganik seperti logam dan plastik dipilah, ditimbang dan dicatat sebelum dijual sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Barang-barang bekas juga dimanfaatkan secara kreatif untuk membuat lahan pertanian dan taman.


Inovasi tersebut memberikan manfaat di berbagai sektor, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya peluang usaha mandiri, pengurangan timbunan sampah, hingga terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat. Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah.


Konsistensi Aiptu Dilia dalam menjalankan inovasi tersebut juga membuahkan sejumlah prestasi, antara lain Juara 1 Bhabinkamtibmas Teladan Polda Jateng 2026, Juara 1 Penggerak Ketahanan Polresta Magelang 2025, serta Juara 3 Pekarangan Pangan Bergizi Polresta Magelang 2025.


Dalam visitasi tersebut, tim Kompolnas juga melihat berbagai tantangan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Magelang, yang berada pada jalur utama Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purwokerto. Tantangan tersebut antara lain kejahatan konvensional, narkoba, kecelakaan lalu lintas, potensi bencana alam, aktivitas tambang pasir ilegal, serta potensi berkembangnya paham radikal dan terorisme.


Berdasarkan data semester I 2026, tiga jenis kejahatan tertinggi di wilayah tersebut yakni kasus narkoba sebanyak 40 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 28 kasus, dan penganiayaan berat (anirat) sebanyak 15 kasus.


Selanjutnya, tim Kompolnas melanjutkan visitasi ke Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat inovasi Brigadir Agus Kurniawan yang masuk nominasi perseorangan kategori Partnership melalui program KOPI CURHAT PAKBHABIN.


Program tersebut digagas sejak 2021 sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang dan pembinaan masyarakat, warga diajak berbincang secara santai sambil menikmati kopi yang disediakan secara gratis oleh Bhabinkamtibmas.


Konsep tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, petani, organisasi masyarakat hingga komunitas. Dalam suasana yang lebih informal, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan maupun persoalan yang dihadapi, baik terkait masalah keluarga, keuangan, kenakalan remaja, penipuan maupun persoalan kamtibmas.


Program KOPI CURHAT PAKBHABIN juga telah menjadi sarana problem solving terhadap sejumlah persoalan masyarakat, di antaranya permasalahan antara guru dan murid, persoalan warisan, konflik antara ormas PSHT dengan warga, hingga persoalan kekerasan dalam rumah tangga.


Menariknya, program tersebut dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan media sosial. Kegiatan yang dilakukan secara rutin didokumentasikan dan dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube hingga memiliki pengikut hingga jutaan pengikut. Pendapatan dari monetisasi konten kemudian dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten berikutnya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.


Inovasi Brigadir Agus Kurniawan tersebut juga telah memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain dari Kapolda Jawa Tengah pada 2023 dan 2024, Polda Jawa Tengah pada 2024, Kapolres Boyolali, serta anggota DPR RI pada 2021.


Dr. Yusuf menambahkan, inovasi yang dilakukan para nominator menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana polisi mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya. Inovasi seperti pengelolaan lingkungan dan ruang komunikasi melalui kopi curhat menunjukkan bahwa pendekatan kepolisian bisa dilakukan dengan cara yang dekat, humanis, dan memberikan manfaat langsung,” jelasnya.


Kegiatan visitasi menjadi bagian dari proses penilaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung inovasi, konsistensi, kolaborasi, serta manfaat yang dihasilkan oleh personel maupun satuan kewilayahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan dan Perkuat Daya Saing Global

 


JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global.


Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI dan berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan kemajuan, perlindungan, serta kesejahteraan buruh Indonesia ke depan.


Kapolri menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik hingga internet of things (IoT).


Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di satu sisi, teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.


“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.


Kapolri menilai buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.


“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.


Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai regulasi dan program yang bertujuan meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.


Kapolri berharap proses tersebut dapat menjadi ruang bersama antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu krusial yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja.


Ia juga mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara serikat buruh dan kalangan pengusaha dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi ke depan.


“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.


Menurut Kapolri, pengembangan industri dan program hilirisasi nasional juga harus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.


Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.


“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.


Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.


Keberadaan Desk Ketenagakerjaan, kata Kapolri, merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu menangani persoalan-persoalan industrial, termasuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh.


“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.


Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dan buruh dalam memperjuangkan serta melindungi kepentingan pekerja.


Menutup sambutannya, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, namun memilih mengurungkan rencana tersebut.


Kapolri menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh harus tetap diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab.


“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.


Pada kesempatan tersebut, Kapolri secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan buruh Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang.

Jumat, 28 Agustus 2026

Bangun Sinergi, Kapolres Gresik Gelar Dialog Interaktif dan Bagi Bansos ke Driver Ojol

 


GRESIK – Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution menggelar dialog interaktif sekaligus membagikan bantuan sosial (bansos) kepada ratusan driver ojek online (ojol) di Circuit Cafe, Kecamatan Kebomas, Kamis (27/8/2026).


Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Gresik.


Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan yang dihadiri sekitar 100 pengemudi ojol tersebut. Acara ini menjadi ruang diskusi dua arah yang efektif antara kepolisian dan para pekerja jalanan.


Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras para driver ojol yang setiap hari beraktivitas di berbagai sudut Kabupaten Gresik. 


Kapolres Gresik juga mengajak para pengemudi untuk berperan aktif dalam gerakan "Jogo Gresik" demi kondusivitas Kamtibmas.


"Keberadaan teman-teman ojol di lapangan sangat vital. Kami berharap jika melihat adanya tindak pidana atau potensi gangguan kamtibmas, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi hotline 110 atau 0811-8800-2006 (Lapor Cak Rama)," ujar AKBP Ramadhan.


Kapolres Gresik berharap kolaborasi ini dapat menjadikan para driver ojol sebagai mata dan telinga kepolisian di lapangan. 


Ajakan tersebut disambut positif oleh Koko, perwakilan driver ojol, yang menegaskan kesiapan komunitasnya untuk membantu menjaga kondusivitas kota.


Sesi dialog interaktif berlangsung hangat saat para driver mulai menyampaikan keluh kesah mereka di lapangan. 


Salah satu pengemudi, Anamin, mengeluhkan perilaku penumpang yang kerap menolak menggunakan helm saat dibonceng.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres Gresik mengingatkan pentingnya mengedukasi penumpang secara santun demi keselamatan bersama. 


Ia juga mengimbau para driver untuk selalu memastikan ketersediaan helm yang bersih dan layak pakai.


Selain itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro memberikan penegasan penting terkait penanganan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).


"Jika mengalami atau melihat kecelakaan, segera laporkan. Kami tegaskan bahwa proses pengambilan kendaraan terkait kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya alias gratis," tegas Ipda Andreas.


Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas kontribusi komunitas ojol, Polres Gresik menyerahkan bantuan sosial berupa paket beras kepada seluruh pengemudi yang hadir. 


Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, makan siang, dan ramah tamah.


Turut mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polres Gresik, antara lain Kasat Binmas AKP M. Nur Setyabudi, Kasat Intel AKP Bagas Indra Wicaksono, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, dan Kasi Propam Iptu Eriq Panca Nur Patria. (*)

Polda Jatim Ajak Orang Tua Tingkatkan Pengawasan, Lindungi Anak dari Situasi Yang Membahayakan

 


SURABAYA – Polda Jawa Timur mengajak para orang tua untuk meningkatkan perhatian, komunikasi dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya agar tidak mudah ikut-ikutan maupun terprovokasi untuk berada dalam kegiatan yang berpotensi berkembang menjadi kericuhan dan membahayakan keselamatan.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama untuk melindungi anak sekaligus memberikan edukasi agar generasi muda memahami pentingnya menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, tertib dan sesuai ketentuan.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.


“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka,” ujar Kombes Pol. Abast.


Menurut Kombes Pol. Abast, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun demikian, penyampaian pendapat harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab serta tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan ataupun perbuatan lain yang melanggar hukum.


“Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.


Ia mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka, termasuk memperhatikan informasi maupun ajakan yang diterima anak melalui media sosial.


“Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya,” tutur Kombes Pol. Abast.


Polda Jatim juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak menjadikan keikutsertaan dalam suatu kegiatan sekadar sebagai bentuk ikut-ikutan.


“Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan,” kata Kombes Pol. Abast.


Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan kepolisian.


“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” pungkas Kombes Pol. Abast. (*)

Polda Metro Jaya Cegah Potensi Gangguan, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Diamankan

 


JAKARTA — Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian pencegahan potensi gangguan keamanan menjelang kegiatan penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta. Dari kegiatan tersebut, polisi turut mengamankan puluhan senjata tajam serta sejumlah bahan yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom molotov.


Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin mengatakan, pemeriksaan masih dilakukan untuk mendalami keterkaitan dan peran masing-masing pihak dalam rangkaian persiapan yang ditemukan.


“Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujar Kombes Iman Imanuddin.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, polisi mengamankan 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca berikut sumbu. Petugas juga menemukan sejumlah barang lain, antara lain tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler.


Penyidik turut menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan sejumlah barang tersebut. Penelusuran dilakukan melalui keterangan para pihak, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian persiapan yang dilakukan.


Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, langkah kepolisian diarahkan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam ruang yang aman. 


“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.


Polda Metro Jaya juga melakukan patroli ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, disinformasi, fitnah, maupun konten kebencian. Hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta terpantau aman dan terkendali, sementara aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian tetap berjalan. 


“Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama,” pungkas Kombes Budi.

Polres Mojokerto Kota Bekali Driver Ojek Online Keterampilan PPGD Untuk Penyelamat di Jalan

 


KOTA MOJOKERTO – Satlantas Polres Mojokerto Kota membekali 70 pengemudi ojek online (ojol) dengan keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). 


Pelatihan bertajuk “Ojek Online Level Up, Garda Terdepan Penyelamat di Jalan” ini digelar di Aula Rupatama Polres Mojokerto Kota, Kamis (27/8/2026).


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto dan

berlangsung selama empat jam ini menggandeng Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Jasa Raharja. 


Kegiatan edukasi tersebut juga dihadiri Wakapolres Kompol Jalaludin, Kadinkes dr. Achmad Rheza, Sp.OG., Kasat Lantas AKP R. Bayu Aji, dan perwakilan Jasa Raharja, Deffri Endra Swiageta.


AKBP Herdiawan Arifianto menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas masukan para pengemudi ojol yang sering menemui kecelakaan di jalan raya. 


Menurut data medis, tingkat fatalitas korban sering kali diperparah oleh kesalahan penanganan pertama di tempat kejadian perkara (TKP).


"Teman-teman ojol sebenarnya sangat responsif, tetapi banyak yang tidak berani menolong karena takut salah tindakan. Lewat pelatihan bersama tim Dinkes yang dipimpin dr. Wahyu ini, kami harap mereka memiliki pengetahuan medis dasar yang benar," ujar AKBP Herdiawan.


Selain kemampuan PPGD, Kapolres Mojokerto Kota juga mengajak komunitas ojol untuk tidak ragu membantu Polisi dalam proses hukum, seperti memberikan informasi valid atau bersedia menjadi saksi peristiwa kecelakaan.


Apresiasi tinggi datang dari para pelaku ojol. Maulana, salah satu koordinator komunitas, mengakui pentingnya materi praktik yang diberikan untuk menambah kesiapan mereka di lapangan.


"Kami berterima kasih dan berharap ada pelatihan lanjutan. Di jalanan kami bisa menemui situasi apa saja, bahkan yang lebih parah," kata Maulana.


Hal senada diungkapkan oleh Margono, koordinator ojol Shopee. Ia berharap kegiatan edukasi ini bisa berjalan secara berkelanjutan demi menambah pengalaman taktis para pengemudi.


Melalui sinergi lintas instansi ini, Satlantas Polres Mojokerto Kota berharap profesi ojol tidak hanya menjadi pelopor tertib lalu lintas, tetapi juga mampu bertindak sebagai garda terdepan guna menekan angka fatalitas korban kecelakaan sebelum tim medis tiba di lokasi. (*)

Polwan Sapa Pejuang Aspirasi, Bagikan Makanan dan Minuman di DPR

 

JAKARTA — Sejumlah polisi wanita (Polwan) bersama personel Polda Metro Jaya lainnya menyapa para pejuang aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Mereka membagikan makanan dan minuman kepada peserta penyampaian pendapat yang berada di sekitar lokasi.


Sambil membawa kotak berisi makanan, para Polwan mendatangi peserta yang sedang duduk dan beristirahat. Makanan dan minuman kemudian diberikan secara langsung di tengah pelayanan kepolisian terhadap kegiatan penyampaian aspirasi.


Interaksi tersebut menciptakan suasana hangat antara petugas dan peserta. Sejumlah peserta tampak menerima makanan yang diberikan sembari berbincang dengan personel di lokasi.


Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian. Petugas tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan nyaman.


“Saudara-saudara kita yang hadir merupakan para pejuang aspirasi. Makanan dan minuman ini adalah bentuk kepedulian serta kebersamaan. Kami ingin aspirasi dapat disampaikan dalam suasana yang aman, tertib, dan damai,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.


Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana tetap sejuk, tidak mudah terprovokasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.


“Penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Mari kita jaga bersama agar kegiatan berjalan tertib dan damai. Polri menjaga demokrasi untuk masyarakat,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto.

Polri Gelar Forum Tematik, Bahas Optimalisasi Layanan Polisi 110

 


JAKARTA – Polri terus memperkuat Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang cepat, responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema “Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi” yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).


Forum tersebut diikuti perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) kementerian dan lembaga. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Polri, pemerintah, dan pakar kebijakan publik untuk membahas pengembangan Layanan Polisi 110, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga manajemen risiko komunikasi dan reputasi.


Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, M.AP., menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi, khususnya dalam hal kecepatan respons, penanganan yang konkret, serta kemudahan akses.


Menurutnya, Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Karena itu, efektivitas layanan tersebut perlu didukung pemahaman masyarakat yang luas serta kolaborasi antarlembaga.


Sementara itu, Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Layanan Polisi 110 harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.


“Layanan Polisi 110 bukan sekadar nomor telepon, aplikasi, jaringan, atau teknologi. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Ketika masyarakat menghubungi 110, mereka harus yakin bahwa Polri mendengar, Polri merespons, dan Polri hadir,” ujar Brigjen Pol. Dicky dalam forum tersebut.


Ia menjelaskan, optimalisasi Layanan Polisi 110 setidaknya mencakup empat aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan integrasi sistem, penguatan skema operasional dan standar respons, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.


Dalam pengembangannya, Polri menargetkan respons awal operator terhadap panggilan masyarakat dalam waktu 10 detik dan kehadiran petugas di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit. Target tersebut membutuhkan dukungan sistem yang terintegrasi, kesiapan operator, mekanisme penerusan laporan secara cepat, serta koordinasi dengan personel di lapangan.


Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., menjelaskan Layanan Polisi 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan. Setiap laporan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada unit atau personel yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan penanganan.


Masyarakat dapat menggunakan Layanan Polisi 110 untuk melaporkan berbagai kondisi, antara lain kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, kondisi darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, maupun memperoleh informasi terkait layanan kepolisian.


“Dalam situasi darurat, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mencari berbagai nomor kepolisian. Mereka membutuhkan satu pintu layanan yang sederhana, mudah diingat, dan dapat diandalkan. Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui nomor 110, tetapi bagaimana laporan tersebut direspons secara cepat dan tepat,” jelas Brigjen Pol. Indarto.


Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol. Marsudianto, S.I.K., M.Si., turut memaparkan pengembangan Layanan Polisi 110 melalui integrasi sistem dan penguatan Command Center. Pengembangan tersebut diarahkan agar layanan dapat terhubung dengan berbagai sistem kepolisian, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, peningkatan profesionalisme operator, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.


Lalu, pakar kebijakan publik dan hubungan pemerintah Dr. Hardy R. Hermawan, S.Sos., M.Si., GRCE.,  juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko komunikasi dan reputasi dalam pelayanan 110. Menurutnya, kecepatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang transparan dan empatik.


“Keberhasilan Layanan Polisi 110 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kecepatan respons, kualitas sumber daya manusia, transparansi, komunikasi yang empatik, serta konsistensi pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik,” kata Hardy.


Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pelayanan tanpa menghilangkan peran manusia. AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi, pelacakan lokasi, serta klasifikasi data, sementara operator tetap menjadi garda utama dalam berkomunikasi dengan masyarakat.


Selain aspek teknologi dan operasional, forum juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami fungsi Layanan Polisi 110 serta tata cara menyampaikan laporan secara tepat, sekaligus mencegah penggunaan layanan untuk prank call, laporan palsu, maupun informasi yang tidak benar.


Melalui Forum Tematik Bakohumas tersebut, Polri mendorong penguatan kolaborasi komunikasi antarkementerian dan lembaga untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Layanan Polisi 110. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesiapan sistem dan personel sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan humanis.


Penguatan Layanan Polisi 110 menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik Presisi, sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang nyata bagi masyarakat. Dengan prinsip bahwa teknologi mendukung manusia, bukan menggantikannya, Polri terus mendorong agar 110 menjadi layanan yang mudah diakses, responsif, dan dipercaya masyarakat.

Kamis, 27 Agustus 2026

Bhabinkamtibmas Desa Tiudan, melaksanakan Kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan pertanian desa binaan.

 

Tulungagung - Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru budiprasetyo, S.I.K, serta Kabagbinkar Polda Jatim AKBP Kemas indranatanegara.S.H.,S.I.K.,M.S.ik Opsla selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriadi,S.I.K terus menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah desa binaannya masing-masing.


Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tiudan Polsek Gondang Polres Tulungagung, melaksanakan kegiatan monitoring  tananan jagung milik warga desa binaannya pada hari Kamis , tanggal 27 Agustus 2026 bertempat di Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung di tanah milik warga.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Heri prast melakukan monitoring sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat dalam mengembangkan sektor pertanian di desa binaan waktu sambang tatap muka didesa  khususnya komoditas jagung sebagai salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan.


Kegiatan pendampingan Penanaman jagung ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturrahmi dan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, khususnya kelompok tani dan para petani di wilayah Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri yang selalu siap membantu dan mendukung kegiatan positif masyarakat.


Melalui kegiatan pendampingan Penanaman jagung tersebut, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.


@divisihumaspolri 

@humaspoldajatim 

@ssdmpolri 


#astacita #swasembadapangan #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #polripresisi #polisiindonesia #ssdmpolri #divhumaspolri #birosdmpoldajatim #bidhumaspoldajatim #ketahananpanganpolrestulungagung #polrestulungagung #tulungagung

Hadir di Doa Bersama GARDA, Kapolres Kediri Ajak Ojol Perkuat Persatuan Bangsa

 

KEDIRI – Polres Kediri Polda Jawa Timur menyatakan komitmennya senantiasa hadir di tengah kegiatan masyarakat untuk memberikan pelayanan demi menjaga stabilitas Kamtibmas.


Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kediri, AKBP Muh. Wahyudin Latif saat menghadiri doa bersama Ratusan anggota Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kabupaten di Eks Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) pada Rabu (26/8/2026). 


AKBP Latif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat rasa nasionalisme, optimisme, dan persaudaraan sesama anak bangsa.


Kapolres Kediri menegaskan bahwa menjaga persatuan adalah fondasi mutlak demi keberlanjutan bangsa. 


Ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh berbagai opini yang mencoba memecah belah kesatuan.


"Mari kita perkuat rasa nasionalisme dan persaudaraan demi kemajuan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia," ujar AKBP Latif.


Ia menekankan, penguatan persatuan dinilai menjadi kunci utama agar energi bangsa tidak habis untuk berkonflik, melainkan fokus pada pembangunan dan kemajuan nasional. 


"Melalui sinergi yang kuat antara Polri dan warga, diharapkan kedewasaan berdemokrasi di Indonesia dapat terus tumbuh di atas fondasi persatuan yang kokoh," pungkasnya.


Seperti diketahui, sekitar 500 pengemudi ojek online (ojol) se-Kediri Raya menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara di kawasan di Eks Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) pada Rabu (26/8/2026) sore.


Para pengemudi yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Kediri Raya tersebut datang dari berbagai aplikator, mulai Gojek, Grab, Maxim, Shopee hingga aplikator lainnya.


Acara inti yang diisi dengan doa lintas agama ini dilanjutkan dengan pernyataan sikap dan komitmen bersama. 


Suasana kebersamaan terasa kental berkat keterlibatan berbagai unsur, mulai dari anggota GARDA, pemerintah daerah dan kepolisian.


Selain doa bersama, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pengemudi ojol menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah. 


Salah satu tuntutan yang disoroti adalah penerbitan Perpres Nomor 27 yang diharapkan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan bagi pengemudi ojol.


Kapolres Kediri mengapresiasi kegiatan ini dan menilai pesan persatuan yang dibawa harus dijaga dengan baik. (*)

Ngopi Bareng Awak Media, Polda Jatim Perkuat Kemitraan dan Komunikasi

 

SURABAYA – Polda Jawa Timur terus memperkuat kemitraan dan komunikasi dengan media massa sebagai bagian dari upaya membangun keterbukaan informasi publik yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.


Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Ngopi Bareng yang digelar Bidang Humas Polda Jatim bersama para awak media di Surabaya, Rabu (26/8/2026).


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal tersebut diinisiasi Bid Humas Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis Kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, komunikasi antara Kepolisian dan media tidak seharusnya hanya terbangun ketika terdapat suatu peristiwa atau saat membutuhkan konfirmasi.


Menurutnya, komunikasi yang dilakukan secara berkesinambungan penting untuk membangun saling pengertian terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.


“Terima kasih teman-teman sudah hadir. Hari ini kita santai saja, makan siang sambil ngobrol. Saya berharap komunikasi kita tidak hanya terjadi ketika ada peristiwa atau membutuhkan konfirmasi, tetapi dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Kombes Pol Abast.


Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Abast juga menyinggung adanya karakteristik tugas yang berbeda antara Kepolisian dan media.


Media bekerja dengan kebutuhan terhadap kecepatan informasi dan batas waktu pemberitaan, sementara Kepolisian memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses pengecekan dan verifikasi.


Karena itu, apabila pada saat konfirmasi dilakukan Kepolisian belum dapat memberikan jawaban secara lengkap, hal tersebut bukan berarti menutup akses terhadap informasi.


“Kami memahami teman-teman media bekerja dengan kebutuhan kecepatan dan deadline. Di sisi lain, kami juga memiliki kewajiban memastikan informasi yang disampaikan benar dan telah terverifikasi,” kata Kombes Pol Abast.


“Kalau pada saat dikonfirmasi kami belum bisa menjawab secara lengkap, bukan berarti kami menutup informasi. Ada kalanya kami masih harus memastikan data dan fakta di lapangan, atau terdapat informasi yang belum dapat disampaikan karena berkaitan dengan proses penyelidikan maupun penyidikan yang masih berlangsung,” lanjutnya.


Kombes Pol Abast menegaskan, Kepolisian dan media memiliki peran yang berbeda, namun sama-sama mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat.


Oleh karena itu, kemitraan antara Kepolisian dan media harus dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, profesionalisme, serta tetap menjaga independensi masing-masing.


Kabid Humas Polda Jatim juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik yang disampaikan media sepanjang berdasarkan fakta dan dilakukan secara konstruktif.


“Kritik yang objektif, faktual, dan konstruktif justru kami perlukan sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan kinerja Kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.


Menurut Kombes Pol Abast, adanya perbedaan perspektif maupun pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan profesional antara Kepolisian dan media.


Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak menghilangkan ruang komunikasi yang selama ini telah terbangun.


“Kita boleh berbeda perspektif, tetapi komunikasi harus tetap terjaga. Yang penting kita saling menghormati tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menjaga kepercayaan yang sudah dibangun bersama,” tegasnya.


Kombes Pol Abast menambahkan, kemitraan yang baik bukan berarti menghilangkan sikap kritis maupun independensi media. Sebaliknya, komunikasi yang sehat diharapkan dapat mendukung terpenuhinya hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Pada akhirnya, kepentingan kita sama, yaitu masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Karena itu, komunikasi, keterbukaan, dan kepercayaan harus terus kita jaga bersama,” pungkas Kombes Pol Abast.


Kegiatan Ngopi Bareng ditutup dengan dialog dua arah dalam suasana santai untuk mendengarkan masukan, saran, serta aspirasi para wartawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pola komunikasi dan keterbukaan informasi publik Polda Jawa Timur. (*)

BRAN dan Bappenas Perkuat Sinergi Penataan Agraria, Dorong Kesejahteraan Rakyat

  Jakarta, 16 Oktober 2026 — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pe...